RINDU

                                             RINDU

         Pertama-tama, aku ingin memberitahukan padamu agar kau tahu akan hal itu. Aku  memang jauh dari apa yang kau harapkan, aku tak sesempurna impianmu, dan tak semenarik bayangmu. Namun, aku tak maksa untuk kau menerima segala hal yang ada pada diriku.

      Selanjutnya, aku ingin sedikit bercerita tentang beberapa hal. Ini mungkin sedikit membosankan dan lagi-lagi aku tak memaksa untuk kau paham setiap apa yang aku tuliskan.

   Adakalanya memang aku sering membuatmu kesal, hingga tak jarang kau harus sabar dengan sikapku yang sedikit menyebalkan.
Walaupun begitu, aku selalu mendo'akanmu dalam diam. Aku meminta padaNya agar kau baik-baik saja di mana pun kamu berada.

    Jujur, semenjak jarak ini semakin menebal. Semakin nyata juga rindu ku rasa dan sungguh ini menyiksaku perlahan. Di mana aku hanya bisa memendam, tak bisa juga ku redam. Bukan aku tak ingin kau tahu, namun aku tak cukup berani untuk bertanya kabar terlebih dahulu.

   Jujur, bukan niatku untuk bersikap tak acuh padamu. Hanya saja, kamu tak akan pernah tahu akan sesuatu, bahwa ketika pesanmu muncul diantara pesan baru. Seketika, senyum terukir karena ada kebahagiaan jauh di dalam lubuk hatiku dan debar yang tak menentu.

   Jujur, aku selalu merangkai kata-kata untuk mengirimkan pesan, namun selalu ku urungkan kemudian, tak jadi ku kirimkan. Memang, aku lemah dalam hal mengirimkan pesan duluan. Aku terlalu berandai-andai, hingga ketakutan membakar sedikit nyali yang tersisa.

    Aku mengakui bahwa aku tak sempurna untukmu dan aku sering membuatmu geram dengan sikapku yang sedikit kekanak-kanakan. Namun, aku bukanlah orang yang akan bersorak saat kau mengirimkan pesan. Aku hanya kalah dalam hal mengawali, karena aku terlalu bingung dengan kata pertama yang harus ku kirimkan.

     Aku hanya ingin mengatakan bahwa aku merindukanmu. Benar-benar nyata rinduku padamu. Selanjutnya, terserah padamu. Apakah kau mau menerima rinduku?

Comments